When You Say Nothing at All

Just When No Words Can’t Hide

Pilihlah Bambumu …

with one comment

Finally, akhirnya aku harus meninggalkan prabumulih, kota yang telah aku tinggali 3 tahun lamanya, dengan segala ketidak-enakan ternyata aku merasa kehilangan juga harus meninggalkan prabumulih, pada akhirnya aku merindukan teman – teman kerjaku.

Aku mutasi ke cirebon, sebuah kota pantai yang ada di utara pulau jawa, dan melanjutkan pengabdian di tempat kerjaku di sini, sudah dua minggu lebih aku berkantor di daerah yang bernama klayan, perbedaannya sangat jauh dari tempat sebelumnya.

Nah senin kemaren (21.05.2012) aku ditelepon oleh dandy temen baru HIK – HR memanggil untuk membahas masalah penunjukan rumah, setelah berkas telah disiapkan, kami pun menghadap ke Bp. Zaky, atasan si dandy, pak Zaky menyapa kami dengan hangat, dan berkelakar tentang latar belakang keluarga, suku saya berasal, suasana santai dan menyenangkan, di tengah jalan ternyata ada dokumen yang perlu diperbaiki, si dandy pun keluar untuk memperbaikinya, disinilah sebuah cerita saya dapatkan dari pak Zaky sebagai nasehat buat saya yang masih sendiri, yap seperti judul postingan ini, pilihlah bambumu.

Cerita pilihlah bambumu berawal dari seorang anak yang disuruh oleh sang guru untuk membuat suling yang sangat bagus dan bersuara merdu, untuk membuat suling tersebut sang anak mencari bambu di sebuah hutan bambu yang sangat lebat dan luas, disaat mencari sang anak mendapatkan sebuah pohon bambu yang bagus dan sangat cocok sehingga ditebanglah pohon itu, ketika selesai menebang pohon bambu tersebut dari kejauhan dilihatlah lagi ternyata ada pohon bambu yang bagus, kemudian ditebanglah lagi pohon tersebut, kejadian tersbut terjadi berualang kali, sehingga lama kelamaan dia bingung dan terjebak di dalam hutam bambu itu.

Filsofi dari cerita itu adalah jangan kelamaan dan penuh pertimbangan untuk memilih seorang pendamping hidup, jika sudah mendapatkan yang sesuai hati segeralah memilih dan pinanglah dia, seperti dalam cerita tersebut, seharusnya sang anak memilih sebuah bambu yang sangat cocok menurut dia dan cepat – cepat keluar dari hutan bambu dan dia tidak tersesat di dalam hutan tersebut. Begitulah menurut pak zaky menasehatiku, jangan kelamaan dan terlalu penuh pertimbangan dalam memilih seorang pendaping hidup.

Aku pun hanya tersenyum mendengarkan dan seketika aku pun berpikir, sepertinya apa yang dikatakan oleh pak zaky benar – benar terjadi dalam kehidupanku, semenjak aku bubar jalan dengan dia, aku pun mencari – cari, calon yang datang dari orang tua, saudara, tante, kawan, dan aku merasa benar – benar mempertimbangkan segala kemungkinan terburuk, mungkin masih trauma kali ya dengan yang dulu, sehingga aku awalnya yakin, namun seiring aku lebih mengenalnya aku merasa kembali tidak yakin.

Dan sepertinya aku ini sebenarnya menunggu si bu dokter yang sedang sibuk koas… hahahaha, kedengarannya pede banget ya ? namun dari semua yang pernah aku kenal aku merasa sangat cocok dengannya, mungkin bisa dibilang jatuh cinta mungkin ?? tapi seperti cerita diatas kadang aku merasa tidak begitu baik untuk menjadi imam baginya,🙂 aku terlalu memikirkan hal – hal yang tidak perlu, dan sekarang aku tak tahu harus bagaiman untuk berbaikan lagi dengannya dan mengutarakan isi hatiku..

Di akhir cerita pak zaky berkata ” Jejak pohon yang ditebang itu akan terlihat dari atas, apa tidak malu sama yang di atas, begitu banyak pohon yang ditebang dan semua jejak akan kelihatan, apalagi kalo sampai bambu itu dibuat suling” dan kemudia mimpali lagi ” Ngerti kan maksudnya ?? ” tegas pak zaky kepadaku, dan aku pun hanya tersenyum simpul penuh pengertian..

Written by kudzi

Mei 22, 2012 pada 6:47 am

Ditulis dalam Curhat Nehhhh

Tagged with

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. dengar, ji…jangan kelamaan, ji…
    tititmu selak karatan nanti😆


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: